Contact Form

Name

Email *

Message *

May 3, 2018

Arti Penting Babi Dalam Peradaban Suku Nias

Bagi umat muslim, babi adalah binatang yang paling haram untuk pergunakan dalam bentuk apapun, baik itu daging, minyak, bulu, dan anggota tubuh lainnya.

Semua produk yang mengandung babi dianggap tidak halal atau haram bagi umat muslim. Terutama di Indonesia yang merupakan mayoritas islam terbesar di dunia.

Namun di tengah kontroversi tentang haram halalnya babi. Di pulau Nias atau masyarakat Suku Nias beranggapan bahwa babi memiliki peran yang sangat vital dalam peradaban mereka.

Babi adalah makanan yang wajib ada, ketika suku nias mengadakan acara, seperti:
Arti Penting Babi Dalam Peradaban Suku Nias

  • upacara adat
  • pesta pernikahan
  • semua pesta adat
  • Segala perkara dan perdamaian
  • pelaksanaan hukum adat atau fondrakö
  • kelahiran anak
  • Memberi nama anak
  • Sebelum pergi berburu
  • Saat orang tua sakit parah
  • Meminta pendeta datang ke rumah untuk berdoa
  • Dan juga dalam peristiwa mengayau
  • setiap tahap dalam pembangunan satu rumah adat
  • Dan semua upacara adat yang belum saya sebutkan
Kesimpulan: Tak ada sesuatu yang dapat diselesaikan dan di sah kan tanpa menyembelih babi. Tiada peristiwa dan pesta, tanpa babi.

Dalam posisi menyembelih atau membagikan seekor daging babi tidaklah sembarangan. Semua ada aturannya.

Anggota tubuh daging babi memiliki tempatnya tersendiri untuk dibagikan. Berikut gambaran tata cara pembagian babi di nias.

  • Kepala Babi

Kepala babi dianggap paling berharga dan memiliki nilai yang amat tinggi, jadi bagian kepala adalah hak raja atau siulu, dan bangsawan.

  • Daging paha untuk paman (sibaya)
Karena Paman adalah orang yang paling dihormati, maka dia berhak mendapatkan maskot kedua yaitu paha babi.
  • Batang kaki

Karena ononakhi atau para pekerja di dalam acara tersebut dianggap memiliki kasta terendah, maka mereka hanya mendapatkan bagian kaki, yang sebagian besar adalah tulang. Kasihan sekali... 😢

Selebihnya adalah jatah untuk Tamu dan tuan rumah atau si pembuat acara.

Saya sendiri pun tidak terlalu paham tentang tata cara pembagian daging babi tersebut. Tapi yang jelas semua ada aturan dan tolak ukurnya.
Tata Cara Pembagian Babi di Nias

Tidak jarang dalam pembagian babi, sering terjadi keributan. Apabila ada dari mereka yang tidak mendapatkan hak dengan semestinya atau dianggap yang tidak wajar.

Dalam sebuah acara adat seperti upacara owasa, pesta pernikahan dan pembangunan rumah adat, jumlah babi yang di sembelih bisa mencapai puluhan bahkan ratusan. Tergantung kemampuan si pembuat acara.

Banyaknya babi yang di sembelih dalam sebuah acara merupakan sebuah gengsi dan kehormatan tersendiri bagi mereka yang membuat acara.

Kenapa memilih daging babi?
Apakah karena masyarakat Suku Nias mayoritas beragama Kristen?
Kenapa bukan lembu, sapi, atau kerbau?
Alasan suku nias tidak menggunakan sapi, kambing, atau lembu dalam setiap perayaan pesta adat bukan karena mereka beragama Kristen, tetapi karena babi dianggap sebagai makanan yang paling enak, lezat, mewah, dan bermakna.

Jauh sebelum agama Kristen masuk ke pulau nias, babi sudah digunakan dalam setiap perayaan pesta adat. Babi memang sudah melekat dalam adat istiadat dan tradisi suku nias. Dan masih tetap berlaku sampai sekarang.


Hal itu didukung pula dengan sedikitnya jumlah ternak sapi, kerbau, lembu, atau kambing. Masyarakat Suku Nias jarang beternak sapi, kerbau, atau lembu.

Kalau dilihat peran penting babi tersebut, bisa di simpulkan bahwa konsumsi daging babi untuk masyarakat Suku Nias, sangatlah tinggi.

Maka tidak heran kalau setiap keluarga di pulau nias, terutama di tinggal pedesaan wajib memelihara babi demi menunjang tersedianya pasokan babi untuk keperluan adat.

Kira kira begitulah arti peran penting babi dalam kehidupan peradaban suku nias, apabila ada yang kurang atau ingin menambahkan silahkan berikan komentar anda. Terimakasih.

0 komentar:

Post a Comment

Dilarang keras memberikan komentar yang tidak sesuai dengan Topik atau berbau isu sara, Pornografi, Judi, dan menyertakan link yang tidak terkait dengan artikel, Terimakasih.