Contact Form

Name

Email *

Message *

Jan 6, 2018

Legenda Todo Hia Suku Nias

Hia merupakan nama salah satu legenda yang pernah hidup di pulau nias. Sebelum meninggal dia berpesan agar setelah meninggal hatinya disimpan dalam satu botol, lalu di gantung di langit langit rumah di bawah atap.

Konon katanya hati Hia dapat berbicara. Hati Hia dapat meramal suatu kejadian dan menasihati anak anak nya. Dia memberitahu kalau ada tamu datang, hujan tiba, ada bahaya, ada rejeki, dan atau bila anaknya berbuat salah.

Di pagi hari dia meraung raung memberitahu matahari telah terbit, tanda agar para anaknya bergegas melakukan pekerjaan masing-masing.

Itulah episode pembuka cerita Tödö Hia (hati hia) di catatan kaki solidaritas kekeluargaan dalam salah satu masyarakat desa di nias - Indonesia karya Bamböwö laiya. Cerita Tödö Hia diperoleh laiya dari Ina Dalimböwö Hia yang tinggal di desa sifalagö tahun 1971.

Keberadaan Hia sebagai legenda masih menjadi misteri atau mitos yang belum bisa di buktikan dengan fakta yang ada.

Namun sebagian besar masyarakat nias percaya dengan adanya Hia dan Tödö Hia (hati Hia). Lalu darimana kah asal usul Hia dan bagaimanakah sejarah atau cerita sebenarnya tentang Hia atau Tödö Hia.

Berikut cerita legenda Tödö Hia menurut dari beberapa versi tokoh adat di nias:
Dalam kisah Dödö hia, menantu hia adalah tokoh protogonis yang membuat cerita menjadi ramai. Rairai huna adalah nama menantu Hia. Cerita versi lain menyebutkan nama yang berbeda. Menantu Hia versi Ina Dalimböwö Hia bernama sonowoli. Dalam cerita Faustinus fatihuku giawa sang menantu bernama siwori.
Menurut A.F. Hondrö menantu Hia bernama rai salösö. Meskipun nama  menantu Hia berbeda dari berbagai versi, ceritanya relatif sama. Sang menantu berselisih paham atau bertengkar dengan Tödö Hia.

Sang menantu tersebut mengambil botol dan membuang Tödö Hia ke sungai. Dia hanyut dibawa banjir besar sampai ke laut, sampai akhirnya botol Tödö Hia terdampar didaratan Eropa.

Namun ada juga versi yang mengatakan kalau Tödö Hia sengaja menyeberang laut untuk menemui putrinya. Ada juga versi yang menyebutkan Tödö Hia menemui saudarinya. Itulah sebabnya mengapa orang Eropa lebih Makmur dan lebih pintar dari orang nias karena semua hikmat hati nenek moyang mereka telah berpindah kepada orang Eropa.

Lantas tahun berapakah legenda todo Hia tercipta, kalau kita mengacu pada versi giawa yang menyatakan Tödö Hia menemui saudarinya silaihörö, nama lain silaihörö adalah wilhelmina, kuat dugaan kalau legenda Tödö Hia muncul setelah wilhelmina bertahta.

Wilhelmina menjadi ratu Belanda pada tahun 1890-1948. Itu artinya, legenda Tödö Hia diciptakan setelah tahun 1890.

Meskipun Tödö Hia hanyalah legenda atau mitos yang dianggap sebagai cerita kuno (cerita tua), namun sebagian orang yang mendukung legenda ini percaya dengan adanya Tödö Hia di masa lampau.

Sementara kalau dilihat dari sejarah asal usul marga Hia. Marga telah ada sekitar 40 generasi silam, jauh sebelum legenda Tödö Hia diciptakan.

Sumber referensi: buku jejak cerita rakyat nias by Victor Zebua. 

0 komentar:

Post a Comment

Dilarang keras memberikan komentar yang tidak sesuai dengan Topik atau berbau isu sara, Pornografi, Judi, dan menyertakan link yang tidak terkait dengan artikel, Terimakasih.