Contact Form

Name

Email *

Message *

Aug 31, 2017

Bentuk Arsitektur Rumah Adat Nias dan Fungsinya

Bentuk rumah adat Nias terbagi atas dua yaitu berbentuk oval dan persegi panjang. Rumah adat yang berbentuk oval hanya terdapat di Nias bagian utara. sedangkan yang berbentuk persegi hanya terdapat di wilayah Nias bagian tengah dan selatan. Baca uniknya rumah adat nias.

Rumah Adat Nias Selatan

Bentuk Arsitektur Rumah Adat Nias dan Fungsinya
Rumah adat yang difungsikan sebagai sebagai tempat tinggal di Nias Selatan dapat dibedakan menjadi dua yaitu rumah adat di daerah pertengahan Pulau Nias yaitu sekitar Gomo dan rumah adat di sekitar Teluk dalam.

Secara umum kedua rumah adat ini memiliki kontruksi yang sama hanya pada bagian atap rumah adat di sekitar Gomo berbentuk oval sedangkan di Teluk Dalam berbentuk persegi. Bahan bangunan rumah tradisional Pulau Nias pada awalnya adalah kayu dengan atap rumbia.

Adapun jenis kayu yang digunakan pada rumah tradisional Nias umunya adalah:
→Manawadano, untuk tiang penyangga bawah dan lantai.
→Berua, untuk tiang penyangga bawah dan balok induk lantai.
→Faebu (nangka), untuk penyangga bawah.
→Siholi, untuk tiang penyangga bawah dan dinding.
→Afo, untuk dinding.
Secara umum macam – macam bangunan tradisional di Nias Selatan lebih dibedakan
atas empat yaitu:
1. Omo Nifolasara.
2. Omo Tuho
3. Omo sala
4. Omo Ni’o’balo – balo.

Rumah Adat Nias Utara

Tanoniha
Untuk rumah adat Nias Utara hanya dibedakan dari ukuran diameter bangunannya saja, bentuknya sama. Rumah adat yang terdapat di daerah Gomo dan sekitarnya masih banyak dijumpai di perkampungan dengan pola tradisional yaitu dengan susunan rumah yang berhadap – hadapan dan berdempet – dempetan.

Rumah adat yang terdapat dinias tidak semua memiliki ukuran yang sama, hal itu dilakukan untuk membedakan antara kalangan bangsawan dengan rakyat biasa. Begitu juga dengan penempatannya, kalangan bangsawan (raja) biasanya pada lahan yang lebih tinggi di tengah kampung atau di ujung kampung.

Jadi fungsi rumah adat di antaranya:
→Sebagai tempat tinggal.
→Sebagai tempat pelaksanaan upacara adat.
→Sebagai tempat rapat.
→Berfungsi simbolik sebagai status sosial.
→Berfungsi sebagai simbol tingkatan alam (kosmologi).
→Berfungsi memanifestasikan daya cipta di bidang kebudayaan.

Pembagian rumah adat di Gomo dan sekitarnya dapat dibagi atas dua bagian yaitu ruang depan dan ruang belakang.
⇒Ruang depan
Difungsikan sebagai tempat pertemuan dan lantainya ditata bertingkat tiga.
• Lantai pertama disebut tawolo, dipakai tempat duduk orang – orang
kebanyakan pada waktu upacara adat.
• Lantai kedua disebut botonilui, digunakan untuk tempat duduk para
bangsawan dan orang – orang yang dihormati selain sebagai tempat tidur para
tamu yang menginap di tempat itu.
• Lantai ketiga disebut salogoto, tempat lebih tinggi dibuat untuk tempat duduk
raja adat (siulu). Bagi pengetua adat yang dipandang tertua didudukkan di
sebelah kanan salagoto sebagai penghormatan tertinggi.
⇒Ruang belakang
Difungsikan sebagai dapur. 
Struktur rumah adat bagian utara Nias terbagi atas 3 bagian besar yaitu:
1. Bagian tapak, penyangga (aro mbato).
2. Bagian tubuh / badan (boto nomo).
3. Bagian atap (mbumbu nomo).

Bagian tapak, tiang penyangga terdiri dari lapik dan kayu – kayu penyangga yang kuat. Adapun bagian – bagian dari tapak dan tiang penyangga tersebut ialah:
1. Toyo gehomo, batu yang menjadi umpak / tapak / alas tiang.
2. Ehomo, tiang pendukung / penyangga dari tubuh bangunan.
3. Diwa, balok siku kiri – kanan sebagai tempat meletakkan pemberat.
4. Siloto, balok lintang yang menghubungkan tiang – tiang penyangga.
5. Laliowo, balok lintang yang membagi rata beban tubuh bangunan dan tempat memaku papan lantai.
6. Tambua, sejumlah batu – batu sebagai pemberat yang diletakkan pada balok siku kiri – kanan (diwa) yang kegunaannya sebagai penyeimbang berat bagian bawah dengan bagian atas bangunan sekaligus sebagai pemberat bila terjadi gempa.
7. Ora, tangga memasuki rumah.
8. Luse, anak tangga.
9. Edu’o, tempat berhenti sejenak sebelum naik tangga / memasuki rumah.

Bagian tubuh (boto homo) dari rumah adat Nias ialah bagian yang langsung digunakan oleh penghuninya dalam kehidupan sehari – hari seperti ruang depan digunakan untuk menerima tamu, tempat rapat dan tempat tidur tamu di malam hari.

Sedangkan ruang tidur yang disebut foroma atau bate’e jumlah ruangannya berbeda – beda tergantung kebutuhan. Bagian lantainya terdiri dari boto dan sinata. Boto adalah lantai yang sejajar / rata di seluruh bagian rumah sedangkan sinata adalah bagian lantai yang lebih tinggi berkisar 10 – 15 cm dari lantai boto biasanya tempat tamu / orang yang dihormati.

Adapun bagian – bagian dari tubuh / badan rumah adat:
1. Bawandruno (galu), daun pintu.
2. Salo (bato / tawolo), lantai.
3. Sinata, lantai yang lebih tinggi dari boto / salo / tawolo.
4. Bate’e, kamar tidur.
5. Silalo yawa, tiang penyangga buato.
6. Taro Mbumbu, tiang bubungan terpancang dari lantai ke bubungan.
7. Tarubahe, tiang berukir yang sejajar dengan silalo yawa.
8. Buato, balok lintang di atas silalo yawa.

Bagian atap rumah tradisional Nias dibagi atas dasar banyaknya loembaran daun rumbia yang digunakan pada hubungannya. Biasanya 3 tete, 5 tete dan 7 tete.

Perbedaan jumlah tete / ngaela bubungan rumah adat didasarkan atas besarnya rumah yang dibangun. Hal ini semakin banyak tete / ngaela bubungan rumah maka lingkaran – lingkaran kayu yang disebut famao’o sehingga lingkaran atap mengikuti dengan serasi bentuk oval tubuh bangunan.

Adapun bagian atap bangunan tradisional Nias bagian utara :
1. Sago, atap dari daun rumbia yang telah dianyam dan dikeringkan.
2. Gaso, rusuk tempat pemasangan atap.
3. Famao’o, balok yang membentuk lingkaran atap.
4. Buato hare dufo, balok lintang di atas buato yang sejajar dengan alisi (khusus bagian tengah mengokohkan tarombumbu).
5. Buat fangali gaso, balok lintang sebagai pengganti kuda – kuda.
6. Sanari, tiang – tiang penyangga buato di setiap tingkat atap.
7. Boto mbu – mbu, balok bubungan.
8. Lago mbubu,rabung penutup bubungan.
9. Lango mbubu, kayu penahan penutup bubungan.

Demikian Info tentang Bentuk Arsitektur Rumah adat Nias beserta fungsi-fungsinya. 

0 komentar:

Post a Comment

Dilarang keras memberikan komentar yang tidak sesuai dengan Topik atau berbau isu sara, Pornografi, Judi, dan menyertakan link yang tidak terkait dengan artikel, Terimakasih.