Contact Form

Name

Email *

Message *

Jul 19, 2017

Kepercayaan Suku Nias kuno

Kepercayaan Suku Nias kuno
Sebelumnya kita telah membahas tentang sejarah masuknya agama di nias.

Di artikel ini kita akan membahas tentang kepercayaan suku nias kuno sebelum masuk agama di nias.
Keadaan pulau nias sebelum masuknya agama memang sangat kacau dan sepertinya sulit untuk berkembang.

Hal itu terlihat dari adanya tradisi leluhur nias kuno yang aneh dan menakutkan, dan juga terdapat berbagai batu menhir atau patung adu yang masih ada di beberapa desa di nias sampai saat ini.

Banyaknya patung atau menhir yang ada di pulau nias, membuktikan bahwa kepercayaan suku nias kuno adalah penyembah berhala.

Kepercayaan suku nias kuno ini sebut pebelegu yang berarti penyembah roh, dan penganut nya di sebut fanömba adu (penyembah berhala).

Adu menurut orang nias adalah contoh atau gambaran leluhur yang dibuat dari pahatan kayu atau batu.

Mereka meyakini dengan menyembah adu tersebut maka hasil pertanian, perkebunan atau ternak babi mereka akan melimpah.

Kepercayaan agama suku nias kuno ini memiliki ragam atau tingkatan seperti kepercayaan kepada dewa pencipta, dewa langit dan dewa bumi, kepercayaan kepada kekuatan gaib dan roh halus, kepercayaan kepada kuasa arwah nenek moyang, kepercayaan kepada kekuatan alam dan kesetiaan kepada pola tradisi.

Semua kepercayaan tersebut di buat dalam wujud yang bisa terlihat dam diraba seperti patung, pohon sungai, angin, dan binatang seperti kunang kunang.


Mökö-mökö adalah bahasa Nias yang artinya kunang kunang, masyarakat nias terdahulu meyakini bahwa arwah, kekuatan, dan kharisma roh nenek moyang yang telah meninggal dunia menjelma menjadi  kunang kunang.


Jadi apabila ada orang tua yang meninggal dan di kuburkan mereka selalu menancapkan pohon puar diatas kuburan tersebut, tepat di atas posisi mulut dari orang yang meninggal tersebut.

Setelah beberapa hari kemudian anak dari orang tua yang meninggal tersebut mengunjungi kuburan orang tua itu, dan apabila ada seekor kunang-kunang yang keluar dari pohon tersebut maka dia akan mengambil atau memasukkan nya kedalam botol, kemudian kunang-kunag tersebut akan di masukan kedalam patung yang telah dibuat untuk di sembah.

Dewa-dewa yang terpenting dalam kepercayaan suku nias kuno adalah dewa pencipta yang disebut lowalangi. 

Dewa tanah atau yang menghuni dunia bawah tanah di sebut lature dano, dan dewa yang melindungi ere atau pemuka agama di sebut silewe nasarata.

Setelah masuknya agama di pulau nias, kepercayaan suku nias kuno atau pebelegu berangsur-angsur mulai hilang.


E Ludwig Deningger yang ketika itu menjadi misionaris atau penyebar injil di nias mengkonversi nama lowalangi sebagai Allah.


Pemahaman konsep Lowalangi pada saat ini bukan lagi tentang kepercayaan kuno melainkan Allah dalam ajaran agama kristen.

0 komentar:

Post a Comment

Dilarang keras memberikan komentar yang tidak sesuai dengan Topik atau berbau isu sara, Pornografi, Judi, dan menyertakan link yang tidak terkait dengan artikel, Terimakasih.