Contact Form

Name

Email *

Message *

May 31, 2017

Masuknya Agama di Pulau Nias

Sejarah Masuknya Agama di Pulau Nias
Sejarah masuknya agama di pulau nias tidaklah mudah karena kepercayan pada leluhar kuno pada masa dulu sangatlah kental atau hampir tidak bisa di tinggalkan.
Berikut informasi tentang masukknya Agama di Nias

Sejarah masuknya agama kristen di pulau nias

Masuknya agama di nias pertama kali di bawa oleh seseorang yang berbangsa perancis yang bernama Etrangers de paris. Misinya adalah menyebarkan agama katolik, tapi pekerjaanya tidak berjalan dengan mulus.

Karena ajarannya kurang diterima pulau nias karena masih kuatnya kepercayaan terhadap leluhur pada masa itu. Sehingga misinya hanya berlangsung antara tahun 1832-1835.

Pada tahun 1865 Seorang penginjil dari Jerman yang bernama E. Ludwig Deningger datang ke pulau nias Atau tepatnya di kota gunung sitoli. Sebelumnya deninger bertemu dengan orang nias yang merantau di padang.

Dia pun belajar banyak tentang nias mulai dari kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan, bahkan bahasa nias. Sehingga Deninger tertarik untuk menyebarkan injil di pulau nias, karena misinya juga kurang di terima di padang.

Ketika sampai di nias Deninger tidak asing lagi dengan adat atau bahasa yang ada di nias, sehingga ajarannya pun dengan mudah diterima oleh masyarakat nias. Setelah dia tahu bahwa misinya akan berhasil pada tahun 1873 misinya di teruskan oleh Thomas.

Namun misi ini tidak  berjalan Dengan mudah, sebab pada tahun 1900  atau ketika pemerintah kolonial belanda masuk ke nias, pertumbuhan gereja sangat lambat.

Pada Tahun 1915-1930 di antara tahun itulah penyebaran agama kristen benar-benar menancapkan pengaruhnya di pulau nias. Dia antara tahun itu juga di sebut sebagai masa pertobatan massal atau fangesadödö sebua.

Tradisi atau Kepercayaan pada leluhur mulai berangsur-angsur hilang, dan mulai terjadi perubahan sikap seperti patung patung mulai dibakar dan dihancurkan, poligami, sangsi-sangsi hukum adat dengan hukuman badan, penyembahan patung, penyembuhan penyakit melalui fo’ere (dukun) dan sejenisnya sudah makin berkurang.

Bahkan tradisi berburu kepala atau tradisi yang paling di takuti di nias bisa di hilangkan. Hingga kini sebagian besar orang Nias memeluk agama Kristen.

Sejarah masuknya agama islam di pulau nias

Agama Islam sebenarnya sudah lama menginjakkan kakinya di pulau nias, jauh sebelum agama kristen masuk ke pulau nias.

Namun agama islam tidak begitu di terima oleh masyarak nias. pasalnya karena terdapat faktor-faktor vital yang tidak bisa diterima oleh masyarakat nias.


Menurut sejarah dari berbagai sumber, agama islam pertama kali masuk kenias pada tahun 858M oleh seseorang yang berbangsa Persia bernama Sulaiman. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai kedatangannya ke nias.

Agama Islam sebenarnya di bawa oleh orang Aceh, Arab, Melayu dan minang yang kedatang ke pulau nias untuk berdagang.

Agama islam hanya bisa berkembang karena terjadi nya perkawinan silang antara penduduk nias dan penduduk pendatang yang beragama islam.

Berikut faktor-faktor kenapa islam tidak bisa berkembang di nias:

  • Karena masih kuatnya kepercayaan leluhur pada masa islam masuk ke nias.
  • Karena kondisi pulau nias pada masa itu masih sebagian besar masih hutan rimba sehingga akses menuju perkampungan penduduk sanggatlah sulit.
  • Karena masyarakat nias yang sebagian besar memelihara babi sehingga umat islam tidak mau berkunjung ke perkampungan yang memelihara babi.
  • Karena ternak babi adalah ternak utama penduduk nias, dan dalam upacara adat harus menggunakan babi dalam setiap pelaksanaanya. Sehingga mereka tidak bisa menerima Islam yang mengharamkan Babi.  

Walaupun demikian, Agama Islam tetap ada di pulau nias. Hal itu jelas terlihat dengan adanya mesjid-mesjid yang di pulau nias terutama di kota.

Meskipun hanya sebagai minoritas mereka tetap bisa hidup rukun dan damai dengan masyarakat suku nias yang mayoritas memeluk agama kristen.

Jadi menurut data yang ada saat ini Penduduk nias sebagian besar memeluk agama Kristen protestan atau sekitar 73%, Katholik 18%, dan sisanya 9% nya beragama islam, budha dan kepercayaan leluhur. 

1 comment:

  1. artikelnya sangat menarik bro, saya sudah baca beberapa, semoga sukses. YAAHOWU

    ReplyDelete

Dilarang keras memberikan komentar yang tidak sesuai dengan Topik atau berbau isu sara, Pornografi, Judi, dan menyertakan link yang tidak terkait dengan artikel, Terimakasih.